

Pernyataan ini tidak
elok seharusnya kapolresMeneliti lebih dalam
kerusuhan yang terjadi di wamenaTersebut, semua pemerintah
aparatur negara melihat
Terhadah masyarakat
papua seolah-olah membersalahkan tidak ada kehadilan bagi orang-orang Papua pada
umum lebih khusus pada mahasiswa pelajar, kami sudah memahami
Ketidak Kehadilan di
negeri ini bagi kami orang Papua pemerintah kapan mengakui dosa
Selama ini lakukan kepada
bangsa Papua Barat.
Ruang demokrasi
diblockade, krimilnalisasi trus berlarut, kejahatan pembolokiran Internet di bumi cederawasi trus berulang, beribu-ribu prajurit peran memburu monyet-monyet Papua, ruang dialog menutupi, mencabut nyawa orang
Papua yang melayang diabaikan begitu saja.
Wahai Negeri Ini Sebenarnya Memangil Mengajak orang-orang kulit hitam ramput keriting dari ubut timur Dibumi Cederawasih mengjak dipaksain bergambung Di NKRI ini karena manusiannya? Kekayaa dan Sumberdaya Alamnya? kami bingung? aku berteriak tidak ada orang mendenarnya, aku menangis tidak ada membujukku, saat aku luka trus menerus melukai ku aku butuh kehidupan, seperti orang lain hidup aku berusia masih muda untuk menikmati dan anbut masa depanku Tuhan TUHAN belum memangil aku pulang kerumah Bapak disorga, kenapa Engkau meniksa aku dan mempunu aku seperti binatang liar.
|
|
" kata kapolrea jayawijaya
wamena.
itu aksi pelajar siswa/i sma pegeri _
yang disusupi oleh knpb dan mahasiswa
mereka berpakaian baju seragam sma. jadi
bukan pelajar semuanya, tapi aksi itu sudah
disusupi.
ungkapan kapolres wamena benar_benar
tipu terhadap wartawan/23_09_2019.
kerusuhan di wamena dampaknya dari
seorang "guru" yang menyebut salah
satu siswa dengan kata (monyet). bukan
knpb dan mahasiswa di susupi kepada
siswa/i wamena.
Wiranto Tutup Pintu Dialog dengan ULMWP-KNPB 25 SEPTEMBER 2019
DPRD Papua bertujuan baik untuk menyelesaikan persolan Papua yang berpanjangan ini namun kami mengerti bahwa orang selalu alergi dengan kedamaian dan pelagaran Ham berat ini punya keniatan untuk dibiarkan persoalan Negeri Papua berlarut-larut.
“Hai anak-anakku, karena kamu
aku menderita sakit bersalin lagi, sampai rupa Kristus menjadi nyata di dalam
kamu” (Galatia 4:19).
Bagaimana caranya agar kita bisa sabar terhadap
mereka? Kita harus punya hati yang penuh pengampunan. Seperti Daud dengan raja
Saul. Daud sudah berusaha menghibur raja Saul dengan musiknya pada saat ia
dirasuk roh jahat. Tetapi apa balasan dari raja Saul? Malahan ia mau
menancapkan Daud ke dinding dengan tombak (1 Samuel 18:11). Tetapi Daud tetap
sabar terhadap raja Saul
|
|
Kapolres wamena
AKBP
"Tonny Ananda suwadaya" saat dihubungi
Wartawan,senin/23_septemberr_2019
Tidak ada komentar:
Posting Komentar